Berita SMPN 1 BANGIL
Cek berita terbaru dari SMPN 1 BANGIL.
SMPN 1 BANGIL
Bangil, 10 Januari 2025 — Dalam rangka menguatkan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berorientasi pada perlindungan anak, SMP Negeri 1 Bangil menggelar kegiatan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang diikuti oleh siswa-siswi perwakilan kelas 7, 8, dan 9. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Sekolah Ramah Anak SMPN 1 Bangil, Ibu Elvi Dianing Lestari, S.Pd, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Ibu Yayuk Sudarwati, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Ibu Yayuk menegaskan pentingnya membangun budaya sekolah yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan penghargaan terhadap setiap individu.
“Sekolah ramah anak bukan hanya tentang aturan, tetapi juga tentang budaya yang kita bangun bersama. Sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbudaya dan menghormati setiap anak, siapa pun dia,” ujar Ibu Yayuk.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program jangka panjang sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal, serta menanamkan nilai-nilai empati dan saling menghargai.
Dalam sesi materi, Ibu Elvi Dianing Lestari menyampaikan beberapa pokok penting, antara lain:
- Mengenal Konsep Sekolah Ramah Anak sebagai pendekatan pendidikan yang menjamin hak-hak anak di lingkungan sekolah.
- Peran siswa sebagai agen perubahan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Penjelasan tentang tiga pilar utama Sekolah Ramah Anak:
- Sekolah Aman – melindungi anak dari segala bentuk kekerasan.
- Sekolah Nyaman – mendukung kesehatan fisik dan psikologis siswa.
- Sekolah Inklusif – menerima dan menghargai perbedaan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan siswa.
Salah satu segmen yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah sesi diskusi, di mana siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka terkait situasi sehari-hari di sekolah, khususnya yang berhubungan dengan kenyamanan dan rasa aman selama bersekolah. Diskusi ini membuka ruang dialog yang aktif dan reflektif, serta memperlihatkan kepedulian siswa terhadap terciptanya budaya sekolah yang lebih baik. Hasil diskusi tersebut kemudian dipresentasikan sebagai bentuk aspirasi siswa dalam mewujudkan perubahan positif di lingkungan sekolah.
“Saya senang bisa ikut diskusi dan menyampaikan pendapat. Sekarang saya jadi tahu bahwa peran siswa juga penting dalam menciptakan sekolah yang aman dan nyaman,” ungkap Moch. Arka, siswa kelas 7.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang konkret dalam upaya menjadikan SMPN 1 Bangil sebagai ruang belajar yang ramah bagi semua anak, di mana siswa merasa dihargai, didengarkan, dan dilibatkan dalam proses pembangunan karakter sekolah.